Tuesday, November 29, 2022

Tahap Define Pada Design Thinking

     

    Apa itu Design Thinking?? Menurut “Interaction Design Foundation” misalnya, design thinking disebut sebagai proses yang dilakukan secara berulang untuk memahami pengguna, menantang asumsi, mendefnisikan ulang permasalahan, serta menciptakan solusi.

    Sedangkan “Career Foundry” mengatakan, design thinking adalah sebuah ideologi maupun proses untuk memecahkan masalah kompleks yang menitikberatkan kepentingan pengguna. Sederhananya, design thinking merupakan pendekatan atau metode pemecahan masalah baik secara kognitif, kreatif, maupun praktis untuk menjawab kebutuhan manusia sebagai pengguna.

Tahap Define

    Apa itu Tahap Define dalam Design Thinking?? Secara harfiah, define berarti menjelaskan atau mengartikan. Sama halnya dengan arti harfiah, define dalam design thinking adalah menginterpretasikan data-data yang sudah kamu kumpulkan mengenai permasalahan pengguna di tahap sebelumnya, empathize.

    Proses dalam tahapan empathize dan define bisa dianalogikan seperti analisis dan sintesis. Di tahap empathize, kamu merinci hal-hal yang menjadi keluh kesah pengguna yang kemudian akan diambil intisarinya di tahap define.

    Setelah mengambil sebuah sintesis, kamu harus menyatakannya sebagai problem statement. Problem statement sendiri berfungsi untuk memperjelas sintesismu dalam satu gagasan utuh. Maka dari itu, penting untuk menentukan problem statement yang tepat agar kamu mendapat gambaran utuh soal permasalahan pengguna.


Point of View

Point of View pada stage Define didasarkan pada:

- Pemahaman yang lebih dalam tentang user yang spesifik

- Pemahaman tentang kebutuhan mereka

- Pemahaman tentang wawasan Anda (sebagai desainer) yang paling penting tentang user tersebut.



(HMW) How Might We

HOW dapat berarti:

- “How” menunjukkan bahwa kita belum memiliki jawabannya.

- “How” membantu kita mengesampingkan laporan preskriptif .

- “How” membantu kita mengeksplorasi berbagai upaya, bukan hanya mengeksekusi berdasarkan apa yang kita “pikirkan” sebagai solusi yang seharusnya.

MIGHT dapat berarti:

- “Might” menekankan bahwa respon yang Anda hasilkan mungkin hanya berupa solusi yang memungkinkan, bukan satu-satunya solusi.

- “Might” juga memungkinkan untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan solusi, bukan hanya menyelesaikan solusi yang pertama terlintas dalam pikiran.

WE dapat berarti:

- “We” langsung membawa unsur upaya kolaboratif.

- “We” mengesankan bahwa ide untuk solusi terletak pada kerja tim kolektif.


    Ketika ingin menciptakan pertanyaan How Might We, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan:

- Gunakan spidol (yang tidak terlalu besar) untuk menuliskan catatan HMW.

- Ketika mendengar “pain points”, bingkai kembali menjadi peluang.

- Tuliskan hanya satu ide atau peluang HMW untuk setiap sticky note.

- Arahkan pada kuantitas dari sticky note yang Anda hasilkan, bukan kualitas.


Metode yang digunakan pada tahap ini yaitu WHYS


    Teknik interogatif berulang yang digunakan untuk mengeksplorasi hubungan sebab-akibat dari masalah tertentu. Tujuan utamanya adalah untuk sampai ke bagian bawah masalah dengan mengulangi pertanyaan "Mengapa?" Di mana setiap jawaban mengarah ke pertanyaan berikutnya. Biasanya, lima siklus sudah cukup untuk mencapai tujuan di sini.

    Tidak semua masalah memiliki akar masalah yang tunggal. Jika seseorang ingin mengungkap banyak akar penyebabnya, metode harus diulang, menanyakan urutan pertanyaan yang berbeda setiap kali


KESIMPULAN

    Tahap Define digunakan untuk menghasilkan pernyataan masalah yang jelas dan dapat ditindaklanjuti yang menunjukkan kepada tim apa masalah sebenarnya dan siapa penggunanya.

REFERENSI

- https://dailysocial.id/post/design-thinking

https://dailysocial.id/post/memahami-define-dalam-design-thinking/

- https://riyanthisianturi.com/design-thinking-stage-2-define/

- https://webdesign.tutsplus.com/id/articles/define-stage-in-design-thinking--cms-31538

Friday, October 28, 2022

DESIGN THINKING part1

        Design Thinking mampu memberikan solusi konsep desain dari setiap permasalahan dan pada setiap prosesnya, dengan berfokus pada kebutuhan penggun, sehingga produk yang menggunakan solusi konsep tersebut memiliki pengalaman yang baik bagi penggunanya. Design Thinking berfokus pada kebutuhan manusia, menciptakan peningkatan produk, layanan, dan budaya kerja.

          Design Thinking terdiri dari beberapa tahapan, yaitu :

  • Emphatize
  • Define
  • Ideate
  • Prototype
  • Test
Pada pembahasan kali ini, kita akan berfokus pada tahapan Emphatize. Lansung aja yuk kita simak tentang apa itu tahapan Emphatize.

1. Emphatize

        Emphatize adalah tahapan atau proses dalam menggali permasalahan dan kebutuhan pengguna yang dikembangkan melalui riset kualitatif untuk mendapatkan pemahaman terhadap permasalahan yang dihadapi pengguna dan mencoba menyelesaikannya. Metode riset kualitatif yang dapat dilakukan diantaranya Indepth InterviewFocus Group Discussion, dan Surve.

            Dalam tahapan ini, tim perlu melakukan Observasi(mengamati), Engage(terlibat), dan Immerse(merasakan langsung).

  • Observe : Cara dalam mengamati perilaku pengguna dan cara pengguna berinteraksi dengan lingkungannya agar dapat memahami apa yang sebenarnya pengguna butuhkan.
  • Engage : Cara untuk terlibat secara langsung dengan pengguna, seperti turut serta dalam membantu mengungkapakan cara berpikir dan nilai yang mereka miliki. Juga dapat membantu dalam memahami pandangan pengguna melali cerita dan hal-hal yang mereka lakukan.
  • Immerse : Cara untuk merasakan langsung pengalaman dari sisi pengguna. Hal ini penting untuk memahami diri pengguna dan hal apa yang penting bagi mereka.
      Untuk menggali permasalahan pengguna pada tahap emphatize dapa digunakan Emphathy Map. Emphathy Map merupakan bentuk visualisasi yang digunakan untuk menjelaskan apa yang diketahui dari masing-masing pengguna terkait dengan 4 aspek yaitu Says, Think, Feels, Does. Emphathy Map digunakan untuk membantu perancangan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan menjadi referensi untuk pengambilan keputusan.
gambar1. emphathy map

        Untuk menggali permasalahan pengguna pada tahap emphathize dapat digunakan User Persona. User Persona yang merupakan sebuah pendekatan untuk memodelkan target pengguna yang berfokus pada karakteristik pengguna, kebutuhan, tujuan, dan motivasi pengguna. User Persona akan digunakan dalam pengambilan keeputusan terkait dengan fitur atau fungsionalitas yang akan dikembangkan pada produk.
gambar2. user persona

        Tahap Emphathize penting dilakukan karena memberikan petunjuk tentang apa yang pengguna pikirkan dan rasakan, dapat mengunkapkan banyak hal tentang cara mereka berpikir dan turut merasakan pengalaman serta situasi yang dialami pengguna.

        Sekian materi mengenai Tahapan Emphathize. Nantikan tulisan selanjutnya mengenani tahapan-tahapan selanjutnya.

Referensi : - Modul Pertemuan 4. Design Thinking.pdf





Tahap Define Pada Design Thinking

            Apa itu Design Thinking?? Menurut “ Interaction Design Foundation ” misalnya, design thinking disebut sebagai proses yang dilaku...